Header Ads


Pemda DIY Dan Pertamina Regional Jawa Tengah Kerjasama Optimalkan Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor

YOGYAKARTA, (JOGJA BERKABAR) - Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama rekonsiliasi data Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Penandatanganan dilakukan antara Pemda DIY dengan Pertamina Regional Jawa Tengah, Selasa (01/12) siang di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan.

Adapun perwakilan yang menandatangani perjanjian tersebut adalah Kabid Anggaran Pendapatan Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIY Gamal Suwantoro mewakili Plt. Kepala BPKA DIY, dengan Executive GM Pertamina Regional JBT Sylvia Grace Yuvenna. Turut hadir di lokasi tersebut, Koordinator Wilayah VIII KPK Kumbul Kuswijayanto Sudjadi.

Kumbul Kuswijayanto Sudjadi pada sambutannya menyampaikan bahwa KPK mendukung penuh transparansi data terutama dalam hal pendapatan daerah salah satunya melalui PBBKB tersebut.


"Tentunya penandatanganan hari ini menjadi salah satu upaya pencegahan terjadinya upaya-upaya yang berujung pada tindak pindana korupsi. Harapan kami, hal ini dapat terus berlanjut di wilayah-wilayah lainnya", ujar Kumbul.

Adapun perjanjian ini merupakan bentuk kolaborasi dan transparansi antara BUMN dan Pemerintah Daerah, Pertamina di Regional Jawa Bagian Tengah menyepakati kerjasama rekonsiliasi data PBBKB dengan Pemda DIY. Pertamina sendiri sebagai wajib pungut pajak dinilai harus memberikan kontribusinya ke setiap daerah melalui pajak bahan bakar kendaraan bermotor atau PBBKB. Untuk wilayah DIY sendiri, rata-rata tahunan pendapatan daerah melalui PBBKB sebesar Rp 200milyar. Hal tersebut merupakan bentuk sumbangsih Pertamina kami terhadap keberlangsungan pembangunan di daerah.

Seusai agenda, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan bahwa tujuan kerjasama ini adalah untuk menginsentifkan Pajak Kendaraan Bermotor. “Supaya pada saat kita mengimplementasikan dan melaksanakan pajak kendaraan bermotor, yang melanggar bisa diingatkan, sehingga dari sini harapannya pemasukan dari pajak kendaraan bermotor di DIY bisa lebih optimal,” imbuh Aji. [vin]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.