Header Ads


DIY Perkuat Komitmen Untuk Upaya Penanggulan HIV/AIDS

YOGYAKARTA, (JOGJA BERKABAR) - Kasus HIV dan AIDS di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak hanya terjadi pada kelompok yang berisiko tinggi, tapi juga telah merambah populasi umum, termasuk ibu rumah tangga dan disabilitas. Dengan jumlah kasus yang terus meningkat, maka sangat dibutuhkan peran serta dari semua sektor dalam upaya penanggulan HIV dan AIDS di DIY.

Tidak hanya dari sektor medis, upaya penanggulangan ini juga harus dilakukan dari sektor yang lain. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X saat menghadiri acara Seminar Virtual dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia pada Selasa (01/12) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Seminar Virtual Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2020 ini mengusung tema 'Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidariras, 10 Tahun Menuju Akhir AIDS 2030'. Tema kegiatan ini ditujukan untuk mengingatkan masyarakat agar senantiasa memperkuat komitmen dalam menciptakan terobosan inovasi program penanggulangan HIV/AIDS menuju pencapaian 90-90-90 dan 3 Zero, khususnya bagi komunitas disabilitas. Selain itu tema ini juga menjadi motivator untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian AIDS.



Peringatan Hari AIDS kali ini disertai dengan pengumuman pemenang lomba iklan layanan masyarakat yang juga mengusung tema penanggulangan HIV/AIDS dan sudah berlangsung sebelumnya. Berdasarkan Perda DIY Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penanggulan HIV dan AIDS di Yogyakarta dan Pergub Nomor 37 dan 39 Tahun 2012, mengamanatkan bahwa semua sektor harus berperan aktif dalam upaya penanggulan dan pencegahan HIV dan AIDS di DIY.

KGPAA Paku Alam X mengatakan bahwa situasi epidemi HIV dan AIDS di DIY hingga akhir Mei 2020 dapat dirinci HIV sebesar 5.380 orang dan yang sudah memasuki tahap AIDS sebesar 1.733 orang. Lebih dari 70% yang mengidapnya merupakan usia produktif.

“Tentu diperlukan komitmen dan mekanisme linstas sektor untuk menyusun kegiatan sekaligus penganggaran yang tertuang secara jelas dalam sebuah dokumen kesepakatan bersama. Besar harapan, masyarakat dapat berperan secara aktif sebagai kader peduli HIV/AIDS sekaligus mempromosikan upaya preventif dan kepatuhan pengobatan. Karena penanggulangan AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi semua komponen masyarakat,” tutupnya. (Yf)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.