Header Ads


Sebanyak 55 Mahasiswa Angkatan XVI Tahun Akdemik 2019/2020 Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Purworejo Resmi Diwisuda

PURWOREJO, (JOGJA BERKABAR) - Sebanyak 55 mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten Purworejo mengikuti prosesi wisuda sebagai tanda usainya menempuh pendidikan. Wisuda mahasiswa Angkatan XVI Tahun Akdemik 2019/2020, dilakukan  Direktur Akper Pemkab Purworejo Wahidin SKep Ns MKep pada Selasa (27/10).

Prosesi wisuda secara Luring (luar jaringan,red) di auditorium dan secara daring (dalam jaringan,red) melalui aplikasi Zoom dan Youtube tersebut, dihadiri  Pjs Bupati Purworejo yang diwakili Kepala Dinkes Dr Sudarmi MM, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jateng Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons, Ketua DPW PPNI Jawa Tengah Edi Wuryanto MKep dan sejumlah pejabat terkait. 

Disamping itu, prosesi wisuda juga menerapkan protokol kesehatan sekaligus dirangkai dengan peresmian Gedung Auditorium oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo SH MIP yang hadir secara virtual.

Sudarmi dalam sambutannya mengatakan, pandemi covid-19 yang belum berakhir ini, tentu keberadaan tenaga medis termasuk perawat sangat dibutuhkan. Tanpa kerja keras tenaga medis, korban akibat Covid-19 ini pasti akan semakin banyak berjatuhan. Oleh karena itu, kita berikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa atas dedikasi dan perjuangan para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam perang melawan Covid-19. 

“Dalam kaitan tersebut, saya berharap para alumni Akper ini nantinya akan mengikuti jejak para seniornya, dengan menjadi pejuang-pejuang kemanusiaan  yang senantiasa mendarmabaktikan ilmunya untuk ikut meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Termasuk terus melakukan protokol Kesehatan dimanapun berada,” harap Sudarmi.

Direktur Akper Pemkab Purworejo Wahidin menjelaskan bahwa 55 wisudawan terdiri atas 50 orang perempuan dan 5 orang laki-laki.  Mereka telah menyelesaikan semua program pendidikan Diploma III. Di usia yang genap 18 tahun ini, Akper Pemkab Purworejo terus berusaha menunjukkan dan mempertahankan konsistensinya, syukur alhamdulillah pada saat ini Akper telah mampu memperkokoh dan menata institusi menuju sebuah kampus yang Humanis dan Risilient, dibuktikan dengan peringkat akreditasi prodi dan institusi sangat Baik.

“Diwaktu yang sama, seiring dengan cita-cita para pendiri dan pemerintah daerah bahwa Akper Pemkab Purworejo harus berubah bentuk menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan di tahun 2021 dengan menambah prodi kesehatan lainnya,” jelas Wahidin.

Dikatakan, Akper terus berusaha melakukan inovasi dan modifikasi dalam proses pembelajaran. Seperti meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga pendidik dengan cara mewujudkan Jabatan Fungsional Dosen dan mendatangkan pengajar dari Luar Negeri. 
“Selain itu kami juga berupaya meningkatkan sarana prasarana pembelajaran dengan menambah Gedung auditorium serta ruang kelas baru yang hari ini Alhamdulillah diresmikan,” ujar Wahidin.

Sementara itu LL Dikti  Jateng Prof Sugiahrto mengatakan, saat ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi Akper untuk berubah menjadi Stikes karena baru saja diberlakukan regulasi baru yang mempermudah proses. Dalam regulasi sebelumnya disyaratkan harus ada 3 Prodi S1 untuk menjadi sekolah tinggi, sedangkan dalam regulasi baru hanya disyaratkan 1 Prodi S1. 

Sugiharto menjelaskan, regulasi sebelumnya mensyaratkan Prodi baru harus didukung 6 dosen, sedangkan dalam regulasi sekarang cukup 5 dosen yang linier dengan Prodi yang diusulkan. Kemudian regulasi lama mengatur pada saat pengusulan Prodi baru sebanyak 6 dosen harus jadi dosen tetap, dibuktikan dengan SK Yayasan. Sedangkan dalam regulasi baru 5 dosen yang akan jadi dosen cukup dengan membuat surat pernyataan. “Dengan regulasi baru ini, tentu Akper Purworejo dapat segera mengusulkan menuju Stikes. Saya berharap kedepan sudah Stikes,” harapnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.