Header Ads


Pjs. Bupati Bantul : Pastikan Internet Lancar Pada Penyelenggaraan Pilkada 2020

BANTUL, (JOGJA BERKABAR) - Guna memantabkan pelaksanaan Pemilu Kepala Daearah (Pilkada) 2020,  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Coffie Morning di Pengadilan Negeri Bantul, Jumat (13/11). Acara dihadiri pula oleh Sekda Bantul,  Plt. Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kabag. Administrasi Pembangunan, KPU Bantul, Bawaslu Bantul, dan sejumlah tamu undangan.

Pjs. Bupati Bantul Budi Wibowo dalam arahannya mengatakan, bahwa untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Pilkada 2020 ini harus dipastikan kesiapan jaringan internet, dan meminimalisirkan wilayah yang masih blankspot, ketersediaan bandwidth untuk mendukung aplikasi E- Rekap yang akan digunakan untuk pilkada ini.

Kegiatan Coffie Morning ini menurut Pjs. Bupati Bantul mendapat apresiasi bagus oleh Gubernur DIY. menurutnya Forkopimda ini harus kompak , sehingga jalannya pemerintahan bisa berjalan harmonis. Sampaikan nanti kepada Bupati terpilih agar acara Coffie Morning ini terus dilaksanakan, pesan Gubernur, katanya, tidak harus satu minggu sekali, bisa 1, 2, 3 kali bahkan sekali dalam sebulan, yang penting informal untuk mengakrabkan antar pimpinan atau OPD.

“ Mendekati pemilu yang kurang 3 minggu lagi ini, untuk menurunkan tensi kedua masing-masing calon supaya orientasinya, kekuasaan monggo (silakan) tetapi kondusifitas di Bantul ini harus terjaga, terkait Debat Akhir yang dilakukan beberapa saat lalu dimana serangan masing-masing pihak sudah menukik sedemikian rupa, saya harapkan untuk masing-masing pihak untuk bisa mengendalikan diri, “ kata Budi Wiwobo.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menyampaikan, pertama terkait debat public secara umum telah berjalan dengan aman dari awal sampai dengan selesai, tidak ada gangguan keamanan termasuk potensi-potensi pendukung yang masuk telah diantisipasi, diskrining dengan ketat dari KPU, Bawaslu, TNI/Polri.

Debat Publik yang digelar KPU merupakan wadah bagi paslon untuk menyampaikan visi dan misinya sebagai calon kepala daerah, juga sebagai sarana sosialisasi pilkada kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Bantul. “ Pada prinsipnya masing-masing paslon telah diberikan guidance, bahwa debat untuk mengedukasi bukan untuk saling menjatuhkan secara pribadi, “ tukasnya.

Terkait dengan hasil pemilukada nantinya, dihitung dan direkap berbasis manual, adapun di rekap suatu aplikasi online diputuskan sebagai alat bantu dan publikasi, dengan catatan KPU pertama harus memastikan kecapakan para petugas KPPS baik sudah siap sesuai kompetensi dan maupun secara peralatan.



“ Rekap pemilu akan dilaksanakan secara berjenjang, rekap hasil mulai baik dari TPS kemudian ke PPK dan terakhir ke KPU, “ terang Didik.

Selanjutanya untuk tanggal 11 November 2020, kami menerima surat dari KPU RI berkaitan dengan perihal gerakan mendukung rekam KTP –El untuk pemilihan serentak tahun 2020,berkaitan dengan itu kami diminta untuk selalu berkoordinasi intensive dengan Dinas terkait yakni Disdukcapil dan melakukan pelaporan secara rutin, sehingga nantinya menjalin sinergitas KPU Bantul dengan Disdukcapil.

“ Sampai dengan hari ini, kami sudah melaksanakan rekruitmen KPPS, dan melalui KPPS sebanyak 14.000 lebih, kami bisa mendorong agar penduduk yang belum rekam KTP –El nanti kita dorong untuk segera melakukan perekaman KTP-El, “ ucapnya.

Untuk logistik, yang sudah masuk di KPU Bantul sampai dengan hari ini Jumat, pertama Kotak Suara sudah seluruhnya aman di KPU berbahan karton sejumlah 2212, 2085 untuk suara di TPS kemudian 217 untuk

Setiap Rabu akan ada siaran tunda Debat Publik mulai putaran pertama, kedua dan ketiga, meskipun Live Debat Publik telah selesai nanti setiap hari Rabu, kerjasama KPU dengan RB TV, Jogja TV dan AdiTV, akan melaksanakan siaran tunda. Untuk Jogja TV dan RB TV di jam sore jelang Maghrib. (16.00 18.00) adapun untuk AdiTV putaran ketiga Rabu terakhir dan akan disiarkan pagi.

Coffie Morning Forkopimda tersebut menyinggung kesiapan logistic pemilu, kesiapan panitia pemilih, pengawas, sosialisasi protocol kesehatan pelaksanaan pilkada, finalisasi data pemilih, penanganan sengketa pemilu, penanganan pelanggaran pemilu, dan pengamanan dari pra pemilu, pelaksanaan dan setelah pelaksanaan pemilu.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Bantul Fenty Yusdayati menyampaikan, bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan rekanan ahli jaringan internet, agar bisa menyiapkan jaringan internet di semua desa tidak ada yang terganggu maupun blank, sehingga laporan hasil Pilkada dari desa ke kecamatan hingga ke tingkat Kabupaten tidak terjadi kesalahan data. Bahkan kemarin, kami telah membentuk 16 KIM milenial yang akan segera tersambung dengan wi.fi, sehingga mereka bisa ikut mendukung pelaksanaan kelancaran pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bantul ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.