Header Ads


Kyai Kampung Gunungkidul Dukung BaBe


SEMANU,(JOGJA BERKABAR) - Tanpa diduga, puluhan kyai kampung dari beberapa wilayah Gunungkidul bertandang ke rumah Bambang Wisnu Handoyo (BWH) di Tunggul Timur Seman, pada Minggu 29 November 2020.  Kedatangan puluhan ulama nahdliyin ini ternyata dibarengi dengan hadirnya masyarakat Tunggul Timur dan sekitarnya. Gus Muwafiq selaku pimpinan rombongan mengaku kaget karena ternyata masyarakat turut hadir pula.

Selain para Nahdliyin, hadir juga para tokoh pemuda NU dan tokoh pemuda berbagai elemen masyarakat. Menurut Gus Muwafiq kedatangan kyai kampung yang berbasis nahdliyin ini ke Tunggul Timur dalam rangka memberi dukungan kepada BWH dalam menghadapi hari pemilihan yang kian dekat. “Pak Bambang itu dari dulu orang NU kok. Terbukti namanya saja sudah pakai “WisNU”, canda Gus yang berambut gondrong yang akrab disapa Cak Afiq ini.

Ulama NU yang semasa muda aktif dalam pergerakan mahasiswa dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal Mahasiswa Islam se-Asia Tengara ini, mengaku terang-terangan mendukung Bambang Wisnu Handoyo menjadi calon Bupati Gunungkidul. “Pak Bambang itu sahabat saya sejak lama. Selain seorang muslim yang taat, beliau orang yang suka menolong dan berbagi. Selama saya menghadapi kesulitan dan curhat dengan Pak Bambang, pasti langsung dibantu dan beres masalahnya. Jadi tidak perlu mempertanyakan keislaman beliau dan kemampuannya untuk memimpin,” cerita Gus Muwafiq.


Menanggapi pernyataan Sultan terkait berita media massa dan online yang viral beberapa waktu lalu, Cak Afiq hanya tersenyum. “Masalahnya dimana kalau GKR Hemas dan GKR Mangkubumi mendukung Pak Bambang?” tanya Caf Afiq dengan nada kalem. “Sejak saya mengenal Pak Bambang, sudah banyak pesantren di DIY yang beliau bantu. Harap diingat, keberadaan pesantren dan hubungannya dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah bagian kekhasan DIY. Jadi kalau kemudian GKR Hemas dan GKR Mangkubumi sebagai bagian keraton mendukung Pak Bambang, ya wajar. Sangat wajar. ,” jelas Gus Muwafiq. Penjelasan Cak Afiq diamini dan disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para Nahdliyin.

 Lebih lanjut Cak Afiq mengatakan, saat ini amanat UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan menjadi tanggung jawab Pemda DIY dan sekaligus Keraton Ngayogyakata. Persis disinilah, NU bersama masyarakat wajib memberikan dukungan keterlibatan sebagai salah satu pemangku kepentingan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.