Header Ads


Karang Raya Ecopark, Kolaborasikan Pertanian Dan Wisata


TANJUNGSARI,(JOGJA BERKABAR) - Menyelaraskan visi Pemerintah Provinsi DIY 2017-2022 dengan selogan nya Menyongsong abad samudera Hindia untuk kemuliaan martabat manusia Jogja, dan dalam rangka mengkolaborasikan pertanian dan wisata yang terus bergeliat maju di Gunungkidul. Dinas pertanian dan pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul Bersama masyarakat telah menyiapkan 70 hektar yang rencananya akan di jadikan taman wisata pertanian atau agrowisata.

Hal itu di sampaikan kepala DPP Ir. Bambang Wisnu Broto saat di temui awak media di kantornya, Jumat (13/10).

"Kami dinas pertanian dan pangan Kabupaten Gunungkidul bersama-sama dengan masyarakat telah menyediakan lahan seluas 70 hektar guna terwujudnya taman wisata pertanian atau istilah kerennya saat ini agrowisata," kata Bambang Wisnu Broto.

Taman wisata pertanian atau agrowisata yang di beri nama Karang Raya Ecopark yang berada di Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

"Ini semua kami lakukan menyesuaikan visi dari pemerintah provinsi DIY yang pada tahun mendatang akan mengalihkan teras atau mukanya Provinsi DIY yang semula dari utara menjadi dari selatan," imbuh Bambang.


Bambang juga mengatakan melakukan hal tersebut di karenakan Gunungkidul sebagai lumbung pangan DIY yang juga sedang memetik manisnya berkembangnya pariwisata Gunungkidul, Sehingga masyarakat tidak hanya tergiur oleh manisnya pariwisata dan meninggalkan pertanian sebagai mata pencarian pokok masyarakat Gunungkidul di tinggalkan.

"Kenapa kami buat seperti itu agar masyarakat tidak meninggalkan pola bercocok tanam, namun masih bisa meningkatkan penghasilan dari booming nya wisata Gunungkidul, apa lagi Sultan Hamengku Buwono X mau menjadikan wilayah selatan muka atau gerbangnya Yogyakarta," jelas Bambang. 

Bambang berharap agar rencana pembangunan agrowisata Karang Raya Ecopark dapat perhatian dari pemerintah baik pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Provinsi DIY maupun Pemerintah pusat.

"Memang kami sudah menyediakan lahan yang luasnya 70 hektar, namun untuk mewujudkan itu semua kan membutuhkan biaya besar, jadi kami memohon kepada semua stack holder dan pemerintah Kabupaten Gunungkidul atau pun provinsi untuk mensupport kami guna terwujudnya agrowisata ini," harap Bambang.

(WAP)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.