Header Ads


Antisipasi Bencana Alam Akibat Cuaca Ekstrim, DIY Gelar Apel Siaga Bencana

YOGYAKARTA (JOGJA BERKABAR) – Badai La Nina yang melintasi wilayah Indonesia mengakibatkan cuaca ekstrim berupa peningkatan curah hujan hingga 40%. Hal ini memunculkan potensi terjadinya bencana hidro-meteorologis, berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang. 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memimpin sendiri apel siaga Gelar Pasukan Polda DIY dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana alam di DIY,  Rabu (11/11) di Halaman Mako Brimob, Yogyakarta. Pasukan ini disiapkan guna mengantisipasi bencana dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari cuaca ekstrim tersebut.

“Melalui apel kesiapsiagaan ini beserta seluruh jajarannya, diharapkan mampu mempersiapkan diri secara maksimal. Sumberdaya yang dimiliki, baik personel maupun sarana dan prasarana, harus berperan aktif dalam rangka penanggulangan bencana alam di tengah pandemi  Covid-19 ini,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan menegaskan, para petugas harus tanggap, siap, dan cepat untuk memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Dalam menangani bencana, Sri Sultan menekankan agar selalu mengikuti pedoman dalam pelaksanaan tugas.



Pedoman tersebut antara lain adalah menyiapkan seluruh administrasi yang dibutuhkan terkait kesiapan penanggulangan bencana alam; Menyiapkan segala sarana dan prasarana serta membentuk Satgas inti dan cadangan yang sewaktu-waktu dapat digerakkan ke lokasi bencana dengan menerapkan protokol kesehatan; Memetakan dan memantau setiap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah yang rawan terjadinya bencana; Melakukan sambang dan memberi himbauan kepada warga di wilayah yang berpotensi terdampak dengan mempedomani protokol kesehatan; Menjalin koordinasi atau sinergi dengan seluruh Instansi dan pihak-pihak terkait, khususnya yang berhubungan dengan informasi dini terjadinya bencana guna penanganan yang lebih cepat; Melaksanakan pelatihan bersama dalam penanganan bencana alam dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Sri Sultan menjelaskan, DIY memang memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, antara lain erupsi Merapi, banjir bandang, tanah longsor, angin puting-beliung, ombak besar, gempa bumi, dan potensi tsunami, yang berakibat pada kerugian jiwa dan harta benda masyarakat. Sehingga kewaspadaan dan tindakan antisipasi harus selalu diutamakan.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta, untuk bersama-sama siap-siaga menghadapi ancaman terjadinya bencana alam di wilayah DIY, semoga diberi kelancaran dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tutup Sri Sultan.

Sri Sultan dalam kesempatan ini juga didampingi oleh Kapolda DIY, Korem 072-Pamungkas, Wakapolda DIY, Kepala BPBD DIY, PMI, Damkar, Dinsos DIY, serta tamu undangan dan peserta apel. (uk)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.