Header Ads


24 Pelaku Seni Budaya DIY Dapatkan Anugerah Penghargaan Dari Sri Sultan Hamengku Buwono X

YOGYAKARTA, (JOGJA BERKABAR) - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan penghargaan kepada 24 orang seniman, budayawan, pelaku dan pelestari adat, serta pemeliharaan dan pemanfaatan cagar budaya, yang telah mentradisi dan melaksanakan kegiatan budaya selama bertahun-tahun. Pemberian penghargaan tersebut dilakukan pada agenda Anugerah Kebudayaan DIY yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kamis (19/11) pagi dengan penerapan protokol kesehatan.

Turut hadir pada agenda tersebut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan DIY Sumadi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana. Penerima penghargaan ini telah ditetapkan melalui SK Gubernur DIY No. 289/KEP/2020 tentang Pemberian Anugerah Kebudayaan Kegiatan Seniman dan Budayawan 2020.

Adapun keduapuluhempat penerima penghargan dibagi ke dalam lima kategori sesuai dengan bidang masing-masing sebagai berikut:

A. Kategori Pelestari dan Pelaku Seni

Susilo Nugroho
Shaggydog
Theresia Suharti
Nasirun
Garin Nugroho Riyanto
Indonesia Visual Art Archive (IVAA)

B. Kategori Pelestari dan atau Pelaku Adat Tradisi

Hariyadi
Bambang Nursinggih
Amir Junawan
Noto Sukamto
Pemangku Upacara Adat Gubug Gedhe
Trah RT. Singolodra
Sutilah Suhardjo Prawrodilogo
Pametri Wiji

C. Pelestari dan atau Pelaku Warisan Budaya dan Cagar Budaya

Bangunan Indis Kantor Pos Besar
Bangunan Indis Jalan Malioboro
Bangunan Indis SD Marsudirini
Gardu Listrik Jalan Abu Bakar Ali
Bangunan Indis SMP Bopkri II Yogyakarta
Bangunan Indis DOWA Jl. Margo Utomo
Rumah Indis Jl.Sultan Agung

D. Kreator (Pelopor dan atau Pencipta Karya Budaya)

Eko Agus Prawoto

E. Budayawan (Pemikir/Pemerhat/Pengamat/Analis Budaya)

Purwadmadi
Peter Carey

Pemberian penghargaan ini sesuai dengan amanah Peraturan Daerah Istimewa Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, BAB VIII Pasal 31 ayat (1), Pemerintah Daerah dapat memberikan penghargaan kepada Setiap Orang yang berjasa dan/atau berprestasi luar biasa dalam Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DIY dan Wakil Gubernur DIY kepada lima perwakilan penerima penghargaan di atas Bangsal Kepatihan. Selanjutnya, diikuti penyerahan penghargaan kepada 19 penerima penghargaan yang berada di tempat duduk masing-masing. Agenda penyerahan penghargaan turut dimeriahkan dengan penampilan dua tarian yakni Tari Gores dan Tari Mantra Pandawa.

Pada sambutannya, Sri Sultan menuturkan apresiasinya atas diberikannya penganugerahan tersebut. “Membahagiakan bagi pelestari dan penggiat Budaya, karena pengabdiannya kita apresiasi dalam bentuk penghargaan, yang meski sederhana namun memiliki nilai tersendiri yang menjadi legacy bagi generasi penerus budaya,” jelas Sultan.


Ngarsa Dalem juga mengatakan bahwa anugerah ini tidak hanya diberikan kepada para seniman dan pemerhati budaya skala lokal. Beliau berujar, “Spektrum penerima penghargaan dibuat semakin luas dan beragam. Baru kali ini kita berikan penghargaan kepada pakar asing, seorang sejarawan Universitas Oxford Inggris, Dr. Peter Carey, yang suntuk meneliti Pangeran Diponegoro. Hal ini bertolak dari pemahaman, bahwa budaya merupakan seluruh totalitas kehidupan manusia. Oleh sebab itu, perluasan ruang lingkup penghargaan menjadi suatu keniscayaan.

Di samping itu, menurut pandangan Sri Sultan, lingkungan budaya selalu menghadapi dilema antara mempertahankan warisan lama dan menciptakan bentuk baru yang mampu mewadahi kehidupan yang berkembang maju. Namun keduanya harus dilihat sebagai tantangan yang menggugah inovasi dan kreativitas, agar kelak siap memasuki peradaban baru.

Sri Sultan berharap agar acara-acara penghargaan tak hanya dimanfaatkan sebagai bentuk penyadaran akan arti pentingnya pelestarian budaya, yang dilanjutkan dengan pengembangan dan pemanfaatannya. “Dengan perenungan seperti itulah, hendaknya kita selalu berusaha meningkatkan kualitas budaya kita, dengan memberinya ruh baru, suntikan spirit baru, guna menghidupkan Yogyakarta sebagai kota budaya dengan misi dan atribut kultural yang disandangnya,” urai Sri Sultan.

Tak lupa, Sri Sultan turut menghaturkan selamat kepada para penerima penghargaan dan berharap agar warisan budaya senantiasa dikembangkan maju tanpa kehilangan ruhnya, terutama bagi generasi mudanya. “Jika tidak, bisa jadi budaya kita pun akan terbentur kemandegan, oleh mandulnya inovasi dan kreativitas, sehingga ditinggalkan komunitasnya sendiri, terutama kaum muda yang punya selera zamannya,” tutup Sri Sultan. [vin]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.