Header Ads


Masukan Masyarakat Jadi Modal Debat Sutrisna-Ardi

GUNUNGKIDUL, (JogjaBerkabar.Com) - Profesor Sutrisna Wibawa menjadikan masukan dari masyarakat sebagai modal utama dalam menghadapi debat. Terlebih lagi, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) telah mengumumkan bahwa pasangan Profesor Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanto menggelar kampanye tatap muka terbanyak diantara calon Pilkada Gunungkidul lainnya. Yaitu sejumlah 139 pertemuan.

Profesor Sutrisna Wibawa selaku Calon Bupati mengatakan bahwa pihaknya bersama tim memang menjadikan tatap muka sebagai agenda prioritas. Dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, kampanye tatap muka bisa jadi sarana efektif untuk mengenalkan diri dan program. Sekaligus menjaring masukan dari masyarakat.

"Pasangan Sutrisna-Ardi konsisten blusukan untuk mengenalkan Harapan Baru Gunungkidul Maju. Dengan bertemu masyarakat dan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, kita dapat mengenalkan diri, sekaligus silaturahim dan menjaring masukan dari masyarakat," ungkap Sutrisna.


Tidak ada persiapan khusus lainnya yang dilakukan pasngan Sutrisna-Ardi dalam menghadapi debat. Pada Senin (26/10), Sutrisna-Ardi tetap melakukan kunjungan ke masyarakat di penjuru Gunungkidul. Sutrisna-Ardi juga tidak mengerahkan pendukung untuk hadir dalam debat tersebut, karena KPU telah membatasi jumlah orang yang bisa masuk ke dalam studio TVRI Jogjakarta sebagai lokasi debat.

“Debat publik akan kita jadikan kesempatan untuk menyampaikan visi Harapan Baru Gunungkidul Maju dan Berbudaya di Abad Samudera Hindia, dengan Panca Misi andalan Kadhung Trisna. Kami juga akan mendiskusikan aspirasi masyarakat Gunungkidul bersama seluruh pasangan calon yang hadir mengikuti debat. Insya Allah debat akan bermanfaat untuk kemajuan Gunungkidul,” pungkas Sutrisna.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.