Header Ads


Terima 10.250 “Face Shield”, Atikoh : Ini Bukan Pengganti Masker

SEMARANG, (JB) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), menyerahkan bantuan 10.250 unit face shield kepada Tim Pengerak PKK Jawa Tengah. Bantuan diserahkan Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi kepada Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, di Rumah Dinas Gubernur (Puri Gedeh), Rabu (30/9/2020).

 Kepala DP3AP2KB Jateng Retno Sudewi mengatakan, face shield yang diberikan terdiri dari 5.000 unit untuk dewasa, dan 5.250 unit untuk anak-anak. Face shield tersebut dibuat oleh sekitar 17.000 orang perempuan rentan yang tersebar di provinsi ini, dengan kriteria perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, korban kekerasan, perempuan migran, pengidap HIV/AIDS, dan kader PKK.

 “Sebelumnya kami ada program pembuatan masker yang juga melibatkan perempuan rentan tersebut. Jadi, kami berdayakan mereka agar bisa memperoleh penghasilan,” terang Dewi, sapaan akrabnya, usai penyerahan bantuan.

 Dijelaskan, dalam pembuatan face shield, pihaknya memberikan bahan, dan jasa pembuatan per unit dihargai Rp2.750. Jika dalam satu kelompok terdiri dari 10-15 orang mendapat jatah pengerjaan 1.700 unit face shield, total per kelompok akan memperoleh jasa Rp4.675.000.


 Face shield tersebut, katanya, selanjutnya dibagikan kepada masyarakat, baik mellaui pemerintah kabupaten/kota, maupun organisasi kemasyarakatan, salah satunya TP PKK Provinsi Jateng. Sebab, kader PKK yang kebanyakan berada di grassroot, dengan aktivitas langsung di masyarakat, membutuhkan face shield sebagai pelindung di masa pandemi Covid-19 ini.

 “Kami sudah bagikan pula kepada masyarakat yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Seperti pedagang pasar, karyawan pabrik, dan warga pondok pesantren. Semoga pemberian face shield ini bisa semakin melindungi masyarakat, termasuk para kader PKK,” ujar Dewi.

 Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo mengapresiasi bantuan face shield tersebut yang melibatkan perempuan rentan. Namun, dia menekankan, face shield bukan pengganti masker, melainkan melengkapi penggunaan masker agar lebih aman.

 “Jadi, perlu saya tegaskan, penggunaan face shield jangan sampai sebagai pengganti masker. Tapi dobelannya masker agar lebih aman,” sorotnya.

 Diakui, di Jawa Tengah masih ada sejumlah klaster yang diwaspadai. Yakni klaster keluarga, pabrik, ponpes, serta tempat makan. Karenanya, Atikoh mengajak masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

 “Kami akan distribusikan face shield ini ke daerah TP PKK yang zona merah. Jadi, kabupaten/kota nanti juga diberi untuk didistribusikan,” tandasnya. (Ul, Diskominfo Jateng)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.