Header Ads


Pemanfaatan Pekarangan pun Bisa Hasilkan Uang Jutaan Rupiah

SEMARANG, (JB) – Tim Penggerak PKK bersama seluruh kader, diminta tak berhenti mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan. Sehingga, dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga, bahkan menambah pemasukan.
 
Hal itu mengemuka saat live Instagram PKK Menyapa yang dipandu Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo melalui akun @atikoh.s, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono melalui akun @sit9490, Rabu (23/9/2020).

Ketua TP PKK Kabupaten Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono mengatakan kondisi tanah yang mendukung, membuat sebagian besar masyarakat sudah memiliki kebiasaan memanfaatkan pekarangan. Terlebih, mereka yang tinggal di perdesaan dengan pekarangan yang luas. Namun, semua itu tak lepas dari peran lingkungan yang saling mendukung dalam pemanfaatan pekarangan. 

“Makanya lingkungan harus kita bina. Kalau lingkungan tidak memanfaatkan pekarangan, Tim Penggerak PKK yang kita bina, agar menumbuhkan keinginan masyarakat, memberikan penyuluhan agar pemanfaatan pekarangan dimaksimalkan. Apalagi saat Covid, di mana ibu-ibu di rumah memiliki waktu luang,” bebernya.
 
Ditambahkan, untuk menarik minat masyarakat, kader PKK diminta untuk memberi contoh dengan mengelola pekarangannya. Yang paling mudah, menanam bayam, kangkung, cabai, dan tomat. Namun, tanaman itu bukannya tidak bisa menghasilkan. Dia mencontohkan, kelompok wanita tani di wilayahnya yang bisa mendapat uang Rp2 juta dari penjualan kangkung.

“Di Karanganyar, sebagian besar atau 92 persen pekarangan warga ada warung Toga (Tanaman Obat Keluarga), untuk mencukupi kehidupan, maupun menunjang ekonomi masyarakat. Apalagi pademi ini, permintaan empon-empon, seperti jahe dan lain-lain, luar biasa, kenaikannya hampir 300 persen,” ungkap Khomsiyah.

Ketahanan pangan tersebut juga berkat kerja sama Tim PKK dengan berbagai pihak terkait, utamanya adalah Karang Taruna Desa. Yang mana, anggota Karang Taruna adalah para pemuda yang melek teknologi. Tim PKK mengajak kolaborasi karang taruna di antaranya diajak untuk membantu dalam hal pemasaran melalui perangkat digital (online marketing).

“Termasuk melalui grup WA (WhatsApps) desa-desa,” beber Khomsiyah.

Dia yang juga anggota DPRD Kabupaten Karanganyar ini memberikan tips agar masyarakat terus bersemangat dan tidak musiman dalam menanam. Salah satunya, dengan menata tanaman sehingga terlihat asri dan nyaman, sesuai dengan Hatinya PKK, yakni Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman bersama PKK. Dengan begitu, meski harga sayuran mahal atau murah, orang akan tetap tertarik untuk menanam. Tanaman pun bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, bahkan jika memungkinkan dapat dijual.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jateng Atikoh Ganjar Pranowo menambahkan, di masa pandemi ini mau tidak mau masyarakat memang diajak untuk tetap berinovasi, termasuk PKK. Tim PKK Kabupaten Karanganyar telah melakukan inovasi ketahanan pangan melalui Hatinya PKK, mulai dari pembinaan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan, sampai melakukan pemasaran hasil lahan hingga produk UMKM. 

“Mungkin ada lapak PKK. Seperti desa punya sayuran, sistemnya delivery order. Mungkin bisa seperti itu,” kata Atikoh.

Sehingga meski diterpa pandemi, masyarakat tetap bisa bertahan dengan baik. Seperti tetap bisa memenuhi kebutuhan pribadi, juga bisa menambah pemasukan keluarga melalui produk lahan yang bisa dijual.

“Untuk memenuhi kebutuhan pribadi juga ada hasil ekonomi,” tuturnya. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.