Header Ads


PDI Perjuangan Gunungkidul Perkuat Satgas Cakra Buana


GUNUNGKIDUL, (JB) - Satuan Petugas (Satgas) Cakra Buana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul bertekad bulat aktif mengawal keputusan partai ; memenangkan Pilkada Gunungkidul 2020.

Satgas baret merah akan menjadi kekuatan ekstra bagi partai dengan ditambahnya 200 personil yang siap mengawal gerak dan langkah partai memasuki tahap demi tahap Pilkada 2020.

"Kita akan tambah personil satgas ini mencapai angka diatas 200 orang. Ini bagian dari wujud berjalannya roda organisasi partai", kata Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, SE  pada koordinasi Satgas, Sabtu (12/9) malam.

Dikatakan Endah, akan ada keragaman baru di Satgas Cakra Buana PDI Perjuangan Gunungkidul nanti dengan terpanggilnya puluhan perempuan. Mereka adalah ibu rumah tangga, pekerja swasta, atlet, kader perempuan di dusun dan desa, dan ragam profesi lainnya.

Menurut Endah, ketua umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Sukarnoputri juga seorang perempuan tangguh yang memberi spirit bagi perempuan semakin terpanggil menjadi bagian partai dan tak kalah tegas dari kaum laki-laki. PDI Perjuangan Gunungkidul menargetkan setiap pengurus ranting ada perempuan menjadi bagian dari satgas ini.

Komandan Tempur diterjunkan DPD PDI Perjuangan DIY untuk pemenangan Pilkada Gunungkidul, secara khusus hadir memberi pengarahan satgas Gunungkidul.

Menurut Aryun, sikap satgas harus memiliki loyalitas paling tinggi terhadap keputusan partai. Berkali-kali Aryun tampak mengecek kekompakan dan  kesigapan Satgas PDI Perjuangan Gunungkidul baru kekompakan dari kecakapan baris berbaris, yelyel, hingga pendisiplinan dalam mengenakan seragam dan atribut sesuai garis ketentuan partai.

Di hadapan puluhan satgas, Aryun menyatakan,  dalam waktu dekat satgas Gunungkidul harus bersiap menjalani "penggemblengan khusus" sebagai keharusan mengikuti pelatihan dasar dan pembaretan. Mantan Ketua DPC Bantul masa mudanya juga  memperkuat satgas Cakra Buana, mengatakan, baret merah tidak boleh sembarangan bisa diperoleh personil. Ada persyaratan khusus harus dilalui untuk bisa mengenakan baret merah. Pihaknya tengah menyiapka pendidikan dan pelatihan untuk membentuk mental satgas Gunungkidul.

*Wajibkan Izin Keluarga*
Khusus untuk perempuan yang akan memperkuat satgas Cakra Buana Gunungkidul, Aryun mewajibkan adanya dukungan tertulis dari pihaknl suami dan pihak keluarga. Pasalnya, tugas Satgas PDI Perjuangan tidak sekadar mengawal pengamanan kegiatan partai, tetapi juga aksi-aksi pelayanan sosial langsung ke tengah masyarakat.

"Tugas ini berat. Jadi kalau suami dan keluarga tidak mengizinkan, kami tidak akan paksakan," kata Aryun. Menurutnya, PDI Perjuangan Gunungkidul tak mau mendapat personil hanya karena paksaan, langkah coba-coba, atau malah mengharapkan mendapat sesuatu dari partai, tetapi benar-benar keterpanggilan.

"Kita nggak mau ada kejadian, dikemudian hari rumah tangganya hancur lantaran ikut satgas. Tidak boleh. Itu memalukan. Setiap kader harus bisa menjadi teladan ditengah masyarakatnya, dan dapat dipastikan mendapat dukungan penuh keluarga," ungkap Aryun.

Dari koordinasi dilakukan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan berbagai pihak institusi untuk menggembleng mental dan fisik personil satgas Cakra Buana. Pemikiran Sukarno, ilmu bela negara, dan ideologi Pancasila harus kuat tertanam dalam diri  satgas sebelum diterjunkan melayani masyarakat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.