Header Ads


Mendapat Julukan Pejabat Miskin, Istri Immawan Wahyudi Bangga dan Bersyukur


WONOSARI,(JB) - Wakil Bupati Gunungkidul Dua Periode ini, Immawan Wahyudi dikenal sebagai pejabat yang sederhana. Bukan hanya sekedar julukan semata dalam kesehariannya memang sangat kental dengan kesederhanaan. Bahkan, banyak kolega dari Immawan yang menyebut bahwa ia adalah pejabat yang miskin.

Pria yang telah hampir dua periode menjabat sebagai orang nomor dua di Kabupaten Gunungkidul ini sudah cukup lama malang melintang di dunia perpolitikan dan organisasi dan menjabat jabatan strategis. sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati merupakan anggota DPRD DIY selama dua periode. Ia juga sempat menjabat sebagai Ketua DPW PAN DIY selama dua periode. 

Tak hanya pribadinya saja namun kesederhanaan juga kental dalam kehidupan keluarganya. Sang istri selama ini bekerja sebagai dosen di Yogyakarta kerap wara-wiri menggunakan angkutan umum maupun sepeda motor.

"Begitulah orang mengenal dan memanggil suamiku. Kader yg miskin. Iya, Immawan Wahyudi namanya. Apakah aku harus sedih atau senang atau bahkan malu? Tidak. Justru itulah penyeimbang di dalam hidup kami."ungkap Zultiyanti Immawan kepada Jogja Berkabar.

"Ketika menikah, dia sudah menjadi Sekertaris Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah yg mengurusi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia, dengan Ketuanya Prof. Dr. Yahya Muhaimin. Kemudian menjadi Sekertaris Rektor IKIP Muhammadiyah. Waktu itu suamiku membantu Prof Noeng Muhajir, mengubah IKIP Muhammadiyah menjadi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekarang, Sekertaris Perubahan begitu teman-temannya memanggil. "imbuhnya.

"Biasa saja, saya tidak punya beban apapun untuk menjadi diri sendiri. Bahagia dari dalam hati, itu yang kami cari,"tutur Zultiyanti Immawan.

"Saya tidak tahu, apakah karena ajaran agama kami yang mengatakan "Barang siapa ' dunia ' adalah ambisinya, Allah akan hancurkan kekuatannya, menjadikan kemiskinsn didepan matanya, dunia tak akan datang kepadanya, kecuali Allah yg telah menakdirkannya. Dan barang siapa akhirat adalah tujuannya, Allah akan menguatkan urusannya, menjadikan kekayaan dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk". Mungkin inilah salah satu mengapa Bapak bersikap seperti itu."terangnnya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.