Header Ads


Ingin Segera Beraktivitas , Pejuang Tarub Adakan Simulasi Acara Hajatan


PLAYEN – Sudah 6 bulan pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Gunungkidul. Banyak kegiatan ekonomi dan sosial terhenti dengan sendirinya, termasuk acara Rasulan atau Bersih Desa, hajatan manten, pertunjukan seni budaya dan lain-lain. Banyak warga masyarakat yang sudah berkeinginan melakukan itu semua, namun masih ragu-ragu terhadap keamanan akan ancaman penularan Covid-19.

Di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sudah membuka peluang bagi masyarakat untuk berkegiatan. Hal ini ditunjukkan dengan telah terbitnya Peraturan Bupati Nomor 68 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 yang memberikan pedoman cara-cara melakukan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat dengan aman.

Untuk memulai implementasinya telah dilaksanakan simulasi acara hajatan pernikahan yang diinisiasi oleh kelompok Pejuang Tarub dan didukung Kundo Kabudayan Gunungkidul kemarin (1/9/2020) di Gedung Serba Guna Siyono. Acara dihadiri Wakil Bupati Gunungkidul dan Forkopimda, Pati Kundo Kabudayan, Kepala Dinas Kesehatan dan pejabat lainnya. Simulasi ini menunjukkan bahwa acara hajatan pernikahan dapat dilaksanakan dengan hikmad namun aman sesuai protokol kesehatan, melibatkan berbagai usaha ekonomi dan juga pelaku seni.

Dalam sambutannya Wakil Bupati, Dr. Drs Immawan Wahyudi, MH mengungkapkan rasa bahagia dan apresiasi kepada kelompok Pejuang Tarub dengan semangat dan kreativitasnya membuka jalan untuk menggerakkan kembali kegiatan ekonomi dan sosial di masyarakat. Sedangkan Pati Kundo Kabudayan, Drs. Agus Kamtono, MM menyampaikan bahwa simulasi ini murni atas inisiasi kelompok pejuang Tarub yang terdiri dari seniman tari dan campur sari, pengusaha catering, pengusaha penyewaan tenda kursi, perias manten, dan lain-lain. 

“Acara simulasi hajatan pernikahan ini akan didokumentasikan dalam bentuk video untuk di sosialisasikan agar masyarakat dapat melakukan kegiatan sosial sesuai protokol kesehatan”, tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, dr. Dewi Irawaty, M.Kes di sela-sela acara mengatakan bahwa simulasi ini sangat bagus untuk meyakinkan masyarakat bahwa acara hajatan pernikahan dapat dilaksanakan di tengah pandemi covid-19. 

“Ini membuktikan bahwa kegiatan sosial, ekonomi dan protokol kesehatan bisa berjalan bersama dengan aman jika semua yang terlibat patuh pada pedoman yang ada”, ujarnya.

Acara simulasi berjalan khidmat dan lancar dengan tetap memakai adat budaya Gunungkidul, diikuti dengan antusias lebih dari 200 orang undangan. (Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.