Header Ads


Gerakan Teladan Berkurban Nasional Memudahkan Setiap Orang Bisa Jadi Pekurban

PURBALINGGA, (JB) – Gerakan Teladan Berkurban Nasional merupakan cara untuk mempermudah bagi siapapun yang ingin berkurban. Pekurban tidak perlu lagi berbelanja hewan kurban ke pasar, tawar-menawar, proses penyembelihan dan pencacahan daging sampai pendistribusiannya.

Gerakan yang melibatkan platform digital Bukalapak melalui fitur Buka Qurban, yang mana pekurban cukup berkurban dengan mentransfer sejumlah uang yang sudah ditentukan, dicanangkan Rabu (29/7/2020) di kompleks peternakan kambing Ngudi Dadi Farm, Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga.

Di dalam fitur tersebut terdapat sembilan mitra penyelenggara kurban terpercaya, yang akan memproses dana menjadi hewan kurban siap sembelih dan didistribusikan. Mitra tersebut di antaranya Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, Dompet Dhuafa, Qurban Nusantara, Rumah Yatim, Baznas, Rumah Zakat, PZU Persis, dan Prodombas Pinbas MUI.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan terima kasih kepada Bukalapak dan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang menunjuk Kabupaten Purbalingga sebagai tuan rumah Gerakan Teladan Berqurban.

“Harapan kami, program ini nantinya dapat bermanfaat serta meningkatkan semangat berkurban warga Purbalingga, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat lain dan menjaga ketahanan pangan di era pandemi,” katanya.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para organisasi filantropi/Laziz mitra dari Bukalapak, yang telah menyerahakn sejumlah hewan kurban kepada masyarakat Purbalingga. Bantuan tersebut di antaranya dari Rumah Yatim 50 ekor kambing, lima ekor sapi. Dari Qurban Nusantara 50 ekor Domba, dari Dompet Dhuafa 14 ekor kambing, dan dari Laznas BSM 30 ekor kambing. Pada Iduladha ini, rencanannya Pemkab Purbalingga akan menyerahkan sebanyak 20 ekor sapi kepada masyarakat di 18 kecamatan.

Manager Syariah Public Policy Goverment Relation Bukalapak, Jodi Salahuddin Akbar mengatakan, melalui Buka Qurban memungkinkan warga yang berada di kota dan mempunyai kemampuan lebih untuk dapat berkurban. Sehingga nantinya didistribusikan sampai ke pelosok nusantara.

Jodi mengungkapkan, sistem ini mendapatkan dukungan dan pengawalan dari pemerintah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ia menyampaikan, melalui gerakan ini, pihaknya juga memastikan proses kurban tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemic Covid-19.

“Sistem ini mustahiq tidak perlu lagi mengantre untuk mendapatkan daging. Kami, para Laziz yang akan mendistribusikannya satu per satu. Semoga hal ini dapat menjadi teladan pendistribusian kurban di Indonesia,” katanya.

Ketua DMI, Jusuf Kalla mengapresiasi langkah pelaksanaan kurban yang penuh dengan dinamika ini, dan sekarang dipermudah lagi dengan teknologi.

“Jika zakatpun saat ini dapat melalui transfer, maka berkurbanpun juga bisa, saya apresiasi langkah itu. Kita tetap menjalankan perintah-perintah agama tentang berkurban, dengan tetap memperhatikan kondisi riil dan taat pada aturan pemerintah,” tuturnya.

Menteri Agama, Fachrul Razi melalui Zoom menyampaikan, kurban memiliki manfaat yang sangat besar dalam peningkatan konsumsi daging halal dan penguatan ekonomi umat. Terlebih tingkat konsumsi daging di Indonesia masih sangat rendah yakni 2,6 kg per kapita, sedangkan negara lain mencapai 4,5 kg per kapita.

“Potensi kurban terbesar berada di perkotaan, karena kelas menengah muslim berdaya beli tinggi berada disana. Oleh karenanya suplai dan distribusi hewan kurban di wilayah harus ditangani dengan baik,” katanya.

Fachrul juga mengapresiasi penyelenggara kurban, yang kemudian mengemas daging sedemikian rupa, sehingga awet dan dapat didistribusikan ke area yang lebih luas. Menurutnya, gelombang kesadaran masyarakat Indonesia untuk berkurban masih tinggi, dan dalam kesempatan ini, dirinya mengajak masyarakat mampu untuk berkurban, dan pendistribusiannya diutamakan untuk masyarakat fakir miskin.

Direktur Bank Syariah Mandiri (BSM), Anton Sukarna menyampaikan melalui sistem Teladan Berqurban ini akan menjadi sebuah ekosistem bisnis yang berdampak luar biasa kepada masyarakat. Selain berfungsi sebagai media perbankab, BSM juga mendorong keuangan yang berkelanjutan termasuk ketahanan pangan. Salah satunya dengan menyediakan klaster peternakan kambing Kejobong varietas unggul lokal dari Purbalingga.

“Semoga ini menjadi varietas yang dapat kita kembangkan secara nasional. Inshaallah ketika ada permintaan qurban aqiqah dan sebagainya, ini bisa mencukupi kebutuhan pangan nasional,” katanya.

BSM Desa Kedarpan sendiri memiliki klaster peternakan kambing. Klaster ini dikelola dan dikembangkan oleh 50 peternak, masing-masing diberi bantuan 30 ekor.(Gn/Humas

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.