Header Ads


Ditengah Pandemi, Petani Tembakau Gunungkidul Tetap Optimis Harganya Tak Anjlok


NGAWEN, (JB) - Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. 

Sebagian masyarakat di Gunungkidul juga ada yang bertani tembakau salah satunya adalah Pak Mamat Warga Ngelo lor, Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen ini sejak tahun 1995 sudah menanam Tembakau wala pun tidak lama dan berhenti karena merantau dan lima tahun belakangan kembali menekuni dunia pertanian tembakau ini. 

"Di Kalurahan Beji sendiri dulunya tahun 1990an sering diambil dan dijual di Jawa Tengah tepatnya di Parakan, Temanggung tapi sekarang sudah tidak. " Ungkap Pak Mamat. (23/07/2020) 

"Memang yang menanam tembakau tidak sebanyak  dulu, akan tetapi untuk harganya tidak anjlok drastis dan cenderung stabil. " Imbuhnya. 

"Untuk yang Saya tanam jenis "Mbako Gober Bagong" Istilahnya kalau disini, papar Mamat disela sela membersihkan lahan Tembakaunya.

Ditengah pandemi ini Mamat mengatakan bahwa tidak ada pengaruh signifikan untuk  hasil panen dan jualnya harganya masih stabil. 

"Untuk panen nya sendiri 3 bulan sudah bisa dipanen tergantung akan dijual setelah dilembutkan atau saat masih basah tanpa di " Rajang" Sudah ada pengepul yang membeli, semoga tembakau Gunungkidul bisa diminati dan jadi primadona masyarakat maupun para pembeli dari luar daerah. "Pungkas Mamat. (Juju) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.