Header Ads


Masjid di Batang Dibuka, Protokol Kesehatan Diperketat

BATANG, (JB) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat memerintahkan kepada pimpinan wilayah, cabang, dan ranting DMI serta takmir masjid, membuka masjid untuk pelaksanaan jemaah salat wajib. Hal ini sebagai bentuk persiapan menghadapi tatanan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Ketua DMI Kabupaten Batang, KH Saefuddin Zuhri mengatakan, pihaknya akan menyambut keputusan DMI pusat untuk membuka kembali masjid guna pelaksanaan jemaah salat. Namun protokol kesehatan tetap akan diterapkan.

“Setiap masjid harus menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19, demi menjaga keselamatan jemaah. Di antaranya dengan menjaga jarak aman minimal satu meter, mengenakan masker dari rumah, membawa sajadah atau kelengkapan lain yang diperlukan,” kata Saefuddin di Masjid Agung Darul Muttaqin Batang, Rabu (3/6/2020).

Dia menerangkan, saat pemberlakuan normal baru, takmir masjid memang diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggulung karpet dan disiplin membersihkan lantai masjid dengan cairan disinfektan. Termasuk, menyediakan cairan antiseptik atau sabun untuk cuci tangan bagi jemaah.

Bahkan jemaah yang akan memasuki masjid harus lebih dulu diukur suhu tubuhnya, demi menjaga keselamatan bersama. Para takmir masjid diminta memanfaatkan pengeras suara sebagai media syiar yang efektif, untuk informasi penting dan bersifat darurat terkait pencegahan Covid-19.

Saefuddin juga berharap pengurus masjid menyiagakan Pos Reaksi Cepat. Tujuannya untuk mengantisipasi bila terdapat jemaah yang tertular Covid-19. Bahkan bila kedapatan jemaah yang terindikasi Covid-19, pihaknya siap berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batang.

“Apabila ada jemaah yang terpapar corona, juga akan bertindak cepat,” ujar pria yang juga Takmir Masjid Agung Darul Muttaqin Batang.

Seorang jemaah Masjid Agung Darul Muttaqin, Masruri, bersyukur dengan rencana dibukanya kembali masjid.

“Saya senang sekali dan bersyukur masjid ini akan digunakan kembali untuk salat wajib maupun Jumat, dan kegiatan keagamaan sebagaimana mestinya,” kata Masruri.(Red

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.