Header Ads


Hadapi New Normal, Kompetensi SDM Harus Meningkat

JOGJA, (JB) - Guna mempersiapkan new normal yang mau tidak mau harus dilakukan, DIY memerlukan SDM yang siap dan sigap dengan perubahan. Perubahan kompetensi SDM akan menjadi kunci dari keberhasilan penerapan new normal.

Demikian disampaikan Wagub DIY KGPAA Paku Alam X saat bertindak sebagai nara sumber webinar mengenai Kesiapan SDM DIY di Era New Normal, Kamis (04/06) melalui video conference dari Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Sri Paduka mengungkapkan, menghadapi new normal yang mau tidak mau harus segera di laksanakan, kesiapan SDM menjadi mutlak. Hal tersebut karena banyak perubahan tatanan masyarakat seperti sektor ekonomi, pariwisata, transportasi, penjuaan retail, manufaktur, UMKM dan lainnya.

Sri Paduka menjelaskan, reorientasi yang dimaksud adalah orientasi kelembagaan pendidikan dan pelatihan vokasi yang mengarah pada peningkatan mutu pendidikan. Hal tersebut mengacu pada peningkatan kompetensi SDM untuk bidang-bidang kejuruan masa depan industri Indonesia.

Revitalisasi sendiri berfungsi untuk membenahi dan mengganti sarana dan prasarana pendukung agar bisa memenuhi standar kompetensi SDM berdasarkan kualitas di industri. Sementara rebranding menurut Sri Paduka dilakukan sebagai kampanye positif terhadap pendidikan formal SMK/Diploma vokasional agar tidak lagi dianggap sebagai sebuah inferioritas dalam dunia pendidikan.

“Saat ini kita harus bisa menyiapkan SDM yang kompeten berdasarkan permintaan dan sesuai kebutuhan pada era new normal. Harus pula ada dorongan agar dunia usaha dan masyarakat bisa menghargai, memahami dan mengapresiasi kompetensi SDM tanpa melihat latar belakang yang mengakibatkan diskriminasi,” papar Sri Paduka.

Untuk itu, Sri Paduka menjelaskan, kelembagaan pelatihan vokasi dan produktivitas berbasis demand- driven, sebaiknya dilaksanakan merujuk pada beberapa strategi. Meliputi strategi  pelatihan berbasis kompetensi (competency-based training), pengujian kompetensi berbasis assessment (sertifikasi kompetensi), program pemagangan di industri, dan pengelolaan para pelatih dan instruktur di industri.

Saat ini DIY telah membentuk Komite Vokasi dan Produktivitas Daerah (KVPD) DIY, dan berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP), Kadin DIY dan berbagai Asosiasi Pengusaha dan Pelaku Industri di DIY. Pemda DIY akan selalu memberikan dukungan berdasarkan regulasi guna mendukung terciptanya ekosistem pendidikan vokasi. Hal tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM di DIY berbasis kompetensi industri, sehingga siap menjadi subyek dan pelaku ketenagakerjaan yang handal.

“Saya berharap, semoga produktivitas kita di DIY tetap terjaga dan terus tumbuh seiring dengan situasi tatanan sosial, budaya dan ekonomi yang baru,” tutup Sri Paduka.

Acara Webinar digagas oleh KVPD DIY, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY, FKJP dan IHK-Trier Jerman. Webinar ini terselenggara sebagai upaya menyerap dan mengimplementasi berbagai gagasan atas isu-isu mengenai SDM dan ketenagakerjaan, agar DIY mampu menghadapi era new normal ini dengan sebaik-baiknya.

Selain Wagub DIY, bertindak pula sebagai narasumber; Dirjen Vokasi Kemendikbud RI, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph. D. ; Direktur SMK Kemendikbud RI, Dr. Ir. Bakrun, M.M., ; Waketum Bidang Naker Hubungan industrial Kadin, Antonius J. Supit ; dan Koordinator Program Kerjasama Kadin (IHK) Trier – Jerman, Andreas Gosche. (uk)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.