Header Ads


DIY Siap Laksanakan Pilkada Serentak 2020

JOGJA, (JB) - Secara umum, pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tiga kabupaten di DIY telah siap dilaksanakan. Namun dengan kondisi pandemi CoViD-19 saat ini, protokol kesehatan harus lebih diperhatikan.

Hal ini disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kunjungan Menkopolhukam RI di DIY dalam rangka Monitoring dan Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Kabupaten Bantul, Sleman, dan Gunungkidul, Senin (15/06). Bertempat di Gedhong Pracimasana, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Sri Sultan mengungkapkan, Pemda DIY telah melakukan koordinasi guna pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.6.15

“Prinsipnya, tiga daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada tahun ini sudah siap. Dari hasil koordinasi sampai saat ini, pelaksaanan Pilkada di awal bulan Desember 2020 nanti sepertinya tidak ada hal-hal yang akan menghambat,” ujar Sri Sultan.

Meski secara umum pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 siap, Sri Sultan tetap menekankan pada pelaksanaan di hari H-nya. Apalagi dengan kondisi pandemi CoViD-19, Sri Sultan mengimbau agar aspek-aspek yang menjadi kelengkapan pemenuhan standar kesehatan perlu lebih diperhatikan, baik dari sisi anggaran maupuan pencermatan lainnya.

“Belajar dari Pilkada sebelum-sebelumnya, harapan kami bisa dilakukan verifikasi terkait kelengkapan agar tidak ada kekurangan-kekurangan anggaran, baik yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun daerah. Apalagi Desember itu sudah mendekati waktu tutup anggaran,” papar Sri Sultan.

Menkopolhukam RI, Mahfud MD mengatakan, secara praktis maupun prinsip, DIY telah siap menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020. Kesiapan ini pun menjadi kabar yang menggembirakan bagi pemerintah pusat, apalagi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 bagi pemerintah pusat menjadi agenda penting tahun ini, di tengah pandemi.

“Semula pemerintah berpikir pilkada harus diundur. Dari jadwal resminya di 23 September 2020, muncul tiga alternatif pengunduran jadwal, yakni Desember 2020, Maret 2021, atau akhir 2021. Pengunduran jadwal ini semata-mata karena keselamatan rakyat harus dinomorsatukan,” ujarnya.

Mahfud pun menjelaskan, konsep hidup normal baru yang telah dicanangkan pemerintah pusat. Artinya, masyarakat nanti akan mulai hidup normal melakukan kegiatannya seperti sebelum pandemi, tapi dengan aturan normal yang baru.

“Misalnya, sekarang menjadi hal yang normal kalau kita bertemu dan berbicara dengan orang lain menggunakan masker. Hidup normal baru ini akan kita jalankan sambil berupaya mencari vaksin CoViD-19,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi, Mahfud mengungkapkan akan ada tambahan anggaran guna memenuhi kebutuhan penyelenggaraan. Anggaran tambahan ini bisa capai Rp3-4triliun.

Sementara itu, dipaparkan pula berbagai kesiapan yang telah dilakukan DIY. Seperti yang dipaparkan Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar. Asep mengungkapkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di DIY saat ini secara umum dalam kondisi yang kondusif. Terkait kesiapan pengamanan Pilkada Serentak 2020, Polda DIY pun telah siap.

“Kami telah melakukan identifikasi lokasi yang berpotensi kerawanan dan cara bertindaknya. Kami juga mengimbau pada para bakal calon untuk tidak bermain politik identitas. Kami juga memantau potensi kerawanan lainnya, seperti netralitas ASN dan penyelenggara pilkada,” paparnya.

Diungkapkan Asep, dari tiga Polres di wilayah penyelenggara Pilkada Serentak 2020, total telah disiapkan 4.520 personil. Jumlah ini di luar bantuan dari Poltabes Yogyakarta maupun Polres Kulon Progo, serta personil dari Polda DIY.

Kesiapan pengamanan juga diungkapkan Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan. Korem 072/Pamungkas telah siap membantu Polda DIY untuk mewujudkan wilayah yang aman. Dalam pelaksanaannya nanti, personil TNI juga akan turut melakukan pemantauan di setiap TPS. “Bahkan Kodim yang wilayahnya tidak melakukan Pilkada juga akan terlibat melaksanakan pengamanan guna mencegah pergerakan tidak baik dari wilayah lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU DIY, Wawan Budiyanto mengungkapkan, persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 sudah dimulai. Yang telah dilakukan KPU DIY ialah konsolidasi anggaran di tiga kabupaten yang mencapai Rp74,5miliar. Meski telah berhasil menghemat anggaran hingga Rp4,4miliar, namun di sisi lain KPU DIY menghadapi tantangan kebutuhan akan kondisi pandemi.

“Sesuai protap CoViD-19, pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 ini harus dilakukan penambahan jumlah TPS. Jika dulunya tiap TPS melayani 800 pemilih, sekarang diperkirakan hanya 500 pemilih per-TPS. Belum lagi penyiapan alat pelindung diri bagi seluruh petugas. Tentu dua komponen ini saja mampu menambah anggaran,” imbuhnya.

Wawan mengatakan, dari hasil konsolidasi total TPS di tiga kabupaten mencapai 3.273 dengan jumlah pemilih diperkirakan 2,1juta. (Rt)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.