Header Ads


Tiket.com Salurkan 500 Paket Sumbangan ke Dinas Pariwisata DIY Untuk Para Pelaku Wisata

JOGJA, (JB) - Sebanyak 500 paket sembako sumbangan dari Tiket.com disalurkan melalui Dinas Pariwisata DIY kepada para pelaku wisata terdampak Covid–19, Senin (18/05) di Graha Wana Bhakti Yasa, Kota Yogyakarta. Adapun 500 paket sembako tersebut dibagi rata untuk Kabupaten/Kota di DIY. Adapun bantuan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, S.H, M.Ed. 

Bantuan selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota dan secara simbolis diteruskan kepada perwakilan pelaku wisata yang berhak menerima bantuan tersebut.

Singgih menyampaikan, paket sembako yang diberikan oleh Tiket.com ini salah satu bentuk kepedulian sebagai mitra resmi Kemenpar RI terhadap pelaku wisata terdampak Covid–19. Isi paket yang diterima para pelaku wisata ini sama dengan yang diberikan oleh Kemenpar RI beberapa waktu lalu. Singgih memastikan, tidak ada duplikasi data penerima bantuan.

“Kita telah memilah dan memilih siapa saja yang menerima. Beberapa waktu lalu kan 15 ribu pelaku wisata sudah dapat bantuan. Itu kita lakukan filter agar tidak terjadi duplikasi data. Jadi penerima bantuan ini dipastikan tidak menerima bantuan dari Kemenpar RI baik pada gelombang 1 yang lalu, maupun pada gelombang 2 yang akan datang,” jelas Singgih.

Menurut Singgih, sasaran pemberian bantuan ini hanyalah DIY dan Bali, karena merupakan tujuan wisata utama di Indonesia. Ketika dunia pariwisata mengalami keterpurukan, wajar apabila DIY dan Bali yang terdampak paling besar. 

Saat ini hampir semua pelaku wisata di DIY mengalami kelumpuhan. "Saat ini tidak ada wisatawan yang datang, sehingga mereka tidak punya pemasukan dan kehilangan penghasilan. Hal ini berakibat mereka tidak bisa membeli kebutuhan pokok. Bantuan ini sangat bermanfaat dan berarti untuk mereka,” tutur Singgih. 

Singgih menambahkan, untuk mengatasi dampak COVID-19 ini, diperlukan kerjasama yang baik dan sinergis antara pemerintah, pelaku bisnis, media, dan akademisi. Selain itu, juga membutuhkan kerjasama dengan komponen tersebut untuk membangkitkan kembali geliat pariwisata setelah pandemi berakhir. (Red

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.