Header Ads


Sangat Mendesak Ganjar Instruksikan “Rapid Test” Massal di Seluruh Jateng


SEMARANG ,(JB) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan rapid test secara massal di 35 kabupaten/ kota di provinsinya. Ini mengingat tingginya aktivitas masyarakat selama ramadan dan persiapan lebaran yang lalu di berbagai pusat keramaian.
Ganjar menjelaskan pelaksanaan rapid test secara massal tersebut sudah sangat mendesak. Terlebih dia mendapat laporan data dari Universitas Indonesia yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jawa Tengah versi Google sangat tinggi.
“Itu gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah mobile phone yang dia (warga) pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya kan hidup. Ternyata kita (Jawa Tengah) cukup tinggi. Artinya masih banyak yang keluyuran dan kerumunan. Jadi potensi penularan yang tinggi,” kata Ganjar di Rumah Dinasnya (Puri Gedeh), Selasa (26/5/2020).
Untuk itu, Pemprov Jateng telah mendistribusikan 38.111 rapid test kit ke seluruh kabupaten/ kota yang terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, 27.011 rapid test kit didistribusikan, yakni untuk Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota 24.641 paket, dan untuk rumah sakit 2.370 paket. Dari jumlah tersebut, 22.337 rapid test kit telah digunakan dan hasilnya 809 orang reaktif dan 21.528 nonreaktif.
Pada tahap kedua, 11.100 rapid test kit disalurkan dan 3.411 paket di antaranya telah digunakan. Dari hasil rapid test, 3.317 orang nonreaktif dan 94 orang reaktif. Ini menyisakan 12.363 rapid test kit yang akan digunakan untuk memeriksa masyarakat di pusat keramaian, yang kemungkinan menjadi episentrum baru di Jawa Tengah.
“Minggu kemarin sudah kita distribusikan beberapa peralatan bahkan ada inisiatif dari beberapa bupati dan wali kota. Seperti di Kota Semarang kemarin, di Pasar Kobong langsung menemukan 26 (orang positif covid-19), di dua masjid di Semarang Barat ada tiga (orang) . Sekarang kita tinggal meminta di tempat kerumunan dilakukan rapid test, selain mereka yang pasti di-rapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mal atau berasal dari daerah episentrum Covid-19,” kata Ganjar. (Humas Jateng)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.