Header Ads


Jadi Terbaik Nasional, Ini Inovasi yang Dilakukan Kabupaten Temanggung Untuk Meraihnya

TEMANGGUNG,(JB)  -  Kabupaten Temanggung meraih penghargaan pembangunan daerah (PPD) 2020 kategori perencanaan dan pencapaian terbaik tingkat kabupaten. Raihan penghargaan tersebut dicapai karena inovasinya mengenai pengentasan kemiskinan yang melibatkan masyarakat luas.

Penghargaan tersebut diumumkan bersamaan dengan Musrenbangnas 2020 yang diselenggarakan melalui video conference, Kamis (30/4) lalu. Untuk tahun ini, Kabupaten Temanggung memperoleh titel terbaik pertama, sedangkan pada tahun lalu terbaik kedua.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo mengatakan, inovasi yang dilakukan banyak sekali, namun yang diajukan ke pusat hanya satu inovasi.

"Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan, tetapi kan yang diajukan ke sana hanya satu inovasi dipilih oleh daerah diajukan ke pusat. Penilaiannya tidak hanya inovasi saja, tetapi yang pertama adalah dokumennya sendiri dinilai seberapa baik, dokumennya dibuat, dipertimbangkan segala sesuatunya," kata Ripto saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Selain mengenai dokumen, kata dia, penilaian juga kepada hasil-hasil pembangunan yang dicapai. Hasil pembangunan itu kemudian dibandingkan dengan capaian Provinsi Jawa Tengah maupun nasional.

"Yang kedua hasil-hasil pembangunan yang dicapai, hasilnya seperti apa, berdasarkan target, berdasarkan tren, dibandingkan Jawa Tengah, dibandingkan dengan nasional, hasil-hasilnya. Kemudian yang ketiga inovasi. Inovasi yang kita ajukan ke sana kita berikan judul Ikat Rajut Inovasi Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Secara Berkelanjutan," tutur Ripto.

Menurutnya, dalam aplikasinya menggeser pola pikir yang beranggapan bahwa selama ini kemiskinan itu menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam praktiknya, kemiskinan menjadi tanggung jawab bersama.

"Prinsipnya menggeser mindset yang selama ini bahwa kemiskinan itu tanggung jawab pemerintah. Kemudian kita ajak masyarakat baik suatu lembaga atau institusi bahwa kemiskinan itu tanggung jawab bersama sehingga mereka bahu-membahu dengan cara masing-masing," paparnya.

"Ada yang menggerakkan ekonomi masyarakat, ada yang secara charity membantu dalam bentuk finansial, di berbagai untuk mengatasi kemiskinan. Kemudian, terkolaborasi sinergikan antara pemerintah, lembaga nonpemerintah dan masyarakat yang peduli," sambungnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.