Header Ads


Desa di Purworejo Diminta Buat Ruang Isolasi Pemudik

PURWOREJO,(JB) – Pemerintah Kabupaten Purworejo meminta setiap desa membuat ruang isolasi untuk para pemudik yang masuk kategori orang tanpa gejala. Ini untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang mewabah di kabupaten ini.

Pendirian ruang isolasi di tingkat desa itu, juga akibat adanya peningkatan angka positif Covid-19. Dari 10 tes swab baru yang sudah dilakukan, hasilnya ada empat orang negatif dan enam positif. Sehingga total warga Purworejo yang positif Covid-19 hingga Rabu (29/4/2020) berjumlah 35 orang, dua orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Bupati Purworejo, Agus Bastian, menuturkan ruang isolasi di desa dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari warga yang pulang dari luar daerah. Sebab, mereka itu termasuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Saya mengapresiasi desa yang telah menyiapkan tempat isolasi khusus bagi pemudik. Saya berharap desa yang lain juga melakukan hal yang sama. Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang tak terkendali, sekaligus mengurangi keresahan warga,” ujarnya saat monitoring sejumlah posko siaga Covid-19 di wilayah Kecamatan Loano dan Kecamatan Bruno, Rabu (29/4/2020).

Untuk membuat ruang isolasi tersebut, pihak desa dapat berkoordinasi dengan Puskesmas atau dinas terkait. Hal ini agar tempat isolasi yang disiapkan, sesuai dengan standar kesehatan.

“Ruang isolasi harus standar kesehatan. Jadi, bisa koordinasi dengan puskesmas atau dinas terkait,” imbuhnya.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Yakni memakai masker bila bepergian, selalu mencuci tangan pakai sabun, dan menghindari kerumunan.

“Dan, di rumah saja kalau tidak ada kegiatan penting sekali. Untuk para pemudik yang sudah terlanjur pulang, agar benar-benar mengisolasi diri di rumah selama 14 hari, dan melakukan social distancing,” tandasnya.(red

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.