Header Ads


Tangani Banjir, Pemkot Pekalongan Tetapkan Langkah

Kota Pekalongan, (JB) – Lebih dari sepekan musibah banjir menimpa Kota Pekalongan. Pemerintah terus berupaya mengentaskan Kota Pekalongan dari banjir. Mulai posko pengungsian, layanan kesehatan, hingga dapur umum telah didirikan untuk membantu korban banjir. Tanggul darurat sepanjang 4 kilometer di aliran Sungai Bremi pun dibuat dengan menggunakan 25.000 karung yang berisi tanah merah dan pasir.

Hal ini diungkapkan Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, usai menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kelurahan Tirto, Selasa (3/3/2020).

“Yang repot itu tanahnya, kami sudah keliling ke pengusaha-pengusaha yang melayani penjualan tanah. Mereka tidak menyanggupi dengan alasan jika tanah diambil akan menimbulkan longsor. Kendati demikian Pemkot tetap mengambil langkah mengisi karung dengan tanah ladu (campuran pasir) yang harganya tiga kali lipat tanah merah,” jelas Saelany.

Pemkot Pekalongan juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Pekalongan serta Pemprov Jawa Tengah. Bahkan, Pemkot akan berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Pusat untuk penanggulangan banjir jangka panjang.

Santunan Kematian

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya, Pemkot Pekalongan menyerahkan bantuan kepada keluarga Muhammad Aftha (1) dan Surowati (52), warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat yang meninggal Selasa kemarin (3/3/2020). Sebelum wafat, keduanya sempat menjadi pengungsi karena terdampak banjir akhir Februari lalu.

Bantuan berupa santunan kematian dan sembako diserahkan langsung oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Soesilo, dan Plt Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P2KB) Kota Pekalongan, Budiyanto.

“Niki monggo ditampi nggih Pak, mudah-mudahan saget dimanfaatke, kangge kafan, selamatan, kaliyan tambahan lain (Ini mohon diterima Pak, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan, untuk beli kafan, selamatan, dan tambahan lainnya – red),” tutur Saelany.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan duka yang dirasakan oleh keluarga kedua mendiang.

“Semoga apa yang kita serahkan ini dapat meringankan beban keluarga yang berduka. Semoga mereka senantiasa diberikan ketabahan. Kami ikut berduka, semoga almarhum dan almarhumah diterima di sisi terbaik Allah Swt,” ungkap Saelany.

Saelany juga berpesan kepada warganya yang terdampak banjir untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, banjir sangat berpotensi membuat tubuh menjadi rentan terhadap kuman penyakit. Karenanya, setiap orang harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat dan bugar.

Penulis: Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.