Header Ads


Sleman Sosialisasikan Istitha’ah Bagi Calon Jamaah Haji

SLEMAN, (JB) - Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI selenggarakan SosialisasiIstitha’ah Kesehatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Sleman di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sleman, Sabtu (14/3/2020). Selain sosialisasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan serangkaian tes kesehatan bagi calon jamaah haji di Lapangan Pemda Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menjelaskan bahwa  penyelengaraan sosialisasi ini merupakan upaya Pemkab Sleman dalam memastikan kesiapan kesehatan calon jamaah haji dari Kabupaten Sleman. Mengingat setiap muslim yang akan menunaikan ibadah haji harus memenuhi kriteria mampu atau istitha’ah.

“Tidak saja mampu secara ekonomi, namun termasuk dari aspek kesehatan sebagaimana diamanahkan dalam Permenkes Nomor 15 tahun 2016 tentang Istitha’ah kesehatan jamaah haji,” jelas Sri Purnomo.

Menurutnya, istitha’ah dalam Islam menjadi penting karena sangat menentukan sejauh mana seseorang dibebankan kewajiban dalam melaksanakan perintah Allah SWT.. Berbeda dalam hal meninggalkan larangan yang tidak dikaitkan dengan istitha’ah.

“Dengan kata lain apabila diperintahkan untuk melaksanakan sesuatu, laksanakan sesuai kemampuan. Sebaliknya jika diperintahkan meninggalkan sesuatu, tinggalkanlah segera tanpa memandang pada kemampuan,” kata Sri Purnomo

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut juga menghimbau pada calon jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan serta mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Hal ini perlu dilakukan agar calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dari awal hingga akhir.

Kabid Pembimbingan dan Pengendalian Faktor Resiko Kesehatan Haji Pusat Kesehatan Haji Kemenkes RI, Halimatusadiah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan  momen yang sangat penting untuk pengukuran kebugaran. Ia menganjurkan agar para calon jamaah haji untuk melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga minimal 30 menit dalam sehari agar terbiasa ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Latihan fisik akan menjadi bekal dan modal ketika menjalankan ibadah haji nanti dan yang tidak kalah penting adalah mengkonsumsi makanan bergizi serta cukup istirahat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SLeman, Joko Hastaryo menjelaskan dalam kegiatan ini juga diadakan pemeriksaan kesehatan jasmani dengan pengukuran tekanan darah, tinggi badan dan berat badan. Setelah itu dilanjutkan dengan pengukuran tingkat kebugaran dengan metode rockpot atau six minutes walking tes.

“Kami juga mengadakan tes kesehatan jiwa dengan mini ICD atau SRQ,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.