Header Ads


Jelang Pilkada, Pemilih Pemula Diminta Tak Terpengaruh Hoaks

SRAGEN , (JB) – “Siapa yang sudah berumur 17 tahun?”

Pertanyaan itu membuka sambutan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat Sosialisasi Pilkada bagi Pemilih Pemula, di SMKN 1 Momdokan, Senin (2/3/2020). Mendapati pertanyaan tersebut, sejumlah murid pun angkat tangan.

Selanjutnya, bupati menerangkan jika sudah melebihi usia 17 tahun, berarti mereka berhak menjadi pemilih dalam Pilkada 2020 mendatang. Dia pun meminta para siswa agar menggunakan hak pilihnya dengan baik, jangan tidak memilih alias golput. Sebab, pilihan mereka akan menentukan seperti apa Sragen lima tahun ke depan.

Yuni, sapaan akrab bupati, juga menekankan kepada generasi muda agar tak terpengaruh hoaks atau informasi yang tidak jelas kebenarannya. Informasi semacam itu akan berbahaya, dan berisiko merusak situasi kondusif, terlebih saat menjelang hingga usai Pilkada.

“Biasanya hoaks ini muncul dengan membawa isu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA) di media sosial. Maka hati-hati. Kita diajak lebih cerdas di media sosial. Sudah banyak kasus kerusuhan memakan korban jiwa karena hoaks ini,” tegasnya.

Yuni menambahkan, sosialisasi di kalangan pemilih pemula memang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sragen, karena jumlahnya mencapai 41.123 orang. Bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sragen, mereka berupaya melakukan sosialisasi agar para pemilih pemula tidak golput dan menjadi pemilih yang cerdas.

“Makanya kami terjun ke lapangan, memberikan edukasi agar mereka tidak golput dan menjadi pemilih yang cerdas. Semua harus mengawal proses Pilkada agar berjalan baik,” ujarnya.

Ditambahkan, selain pemilih pemula, pihaknya akan melakukan sosialisasi pilkada di kalangan perempuan, penyandang disabilitas, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat lainnya.

Penulis : Yd, Kontributor Sragen

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.