Header Ads


UMKM Di Kulon Progo Belajar Pemasaran Berbasis Online

KULON PROGO,(JB) - Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo mengadakan pembekalan pelatihan calon peserta pemasaran online. Acara tersebut berlangsung di Rumah Makan Mbah Karyo Pengasih, Kulon Progo, Selasa (11/2/2020). Yang diikuti kurang lebih 50 peserta bagi UMKM di Kulon Progo.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo beserta jajarannya, OPD Kulon Progo, dan Peserta Pelatihan. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kulon Progo,  Drs. H. Sutedjo mengatakan perihal pelatihan ini guna memperkenalkan produk lokal secara luas secara online.

“Peserta pelatihan nantinya akan menjadi duta pelatihan yang memiliki tugas serta bertanggungjawab membranding produk lokal agar lebih dikenal secara luas,” tegas Sutedjo.

Pelatihan pembekalan tersebut dilatarbelakangi adanya pelaku UMKM di Kulon Progo yang terkendala di kualitas produk, kemasan serta pemasaran. Maka dari itu pelatihan ini dilatar belakangi untuk peningkatan kapasitas produk lokal Kulon Progo dan belum mampu memasarkan produknya melalui pasar online secara mandiri.

Berharap kepada seluruh peserta pelatihan, setelah mengikuti kegiatan ini agar mampu meningkatkan branding produk lokal dan memiliki penguasaan pengetahuan. “Mari kita gelorakan gerakan Bela Beli Kulon Progo guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi pelaku UMKM dan seluruh masyarakat Kulon Progo,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo, Dra. Sri Harmintantri M.M mengatakan pelaku UMKM di Kulon Progo masih belum mengoptimalkan penggunaan teknologi sebagai sarana pemasaran.

“Belum optimalnya SDM pelaku UMKM yang belum mampu memisahkan antara tenaga produksi, pemasaran dan penjualan selain itu masih rendahnya teknologi tepat guna dan teknologi informasi” tegas Sri.

Pada 2018 Dinas Koperasi UKM, pelaku usaha mikro sejumlah 38.764, yang terdiri dari usaha mikro dagang ada sebanyak 18.229, mikro industri sebanyak  18.175 yang terdiri dari : sektor boga makanan sebanyak 14.050, sedangkan usaha mikro di luar dagang dan industri terdiri dari kelompok tani 1.467, perikanan 447 dan jasa 416.

Harapannya semoga peserta pelatihan setelah mengikuti kegiatan ini mampu meningkatkan branding terhadap produk lokal dan mampu menguasai pengetahuan serta keahlian dibidang pemasaran.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.