Header Ads


Presiden Jokowi Tolak WNI Eks-ISIS Pulang ke Tanah Air

JAKARTA, (JB) - Ratusan warga Negara Indonesia (WNI) Eks anggota Islamic State Irak and Suriah (ISIS) dilaporkan akan kembali ke tanah air. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, dirinya menolak pemulangan WNI eks-ISIS.  

“Ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks organisasi Negara Islam di Iraq dan Suriah (ISIS) dikabarkan hendak kembali ke Tanah Air. Kemarin pun para wartawan bertanya kepada saya: bagaimana dengan mereka yang telah memusnahkan paspor dengan membakarnya?,” kata Jokowi di akun Instagram miliknya, Kamis (6/1).  

Ia menambahkan, meski begitu pernyataan itu bukan hasil Rapat Terbatas bersama sejumlah lembaga negara dan kementerian terkait. Karena itu, dia masih banyak mempertimbangkan keputusan mutlaknya seperti apa.  

“Kalau bertanya kepada saya saja sih, ya saya akan bilang: tidak. Tapi tentu saja, ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas. Saya hendak mendengarkan pandangan dari jajaran pemerintah, kementerian, dan lembaga lain terlebih dahulu sebelum memutuskan. Semuanya harus dihitung-hitung plus minusnya,” tuturnya.  

Senada dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengatakan, wacana pemulangan 600 WNI eks-ISIS ke Indonesia masih dikaji. Kajian mendalam itu bertujuan agar WNI eks ISIS tidak memberikan dampak buruk terhadap pemahaman keagamaan masyarakat.  

Menurut Kiai Ma’ruf, memperlakukan eks-ISIS harus serba hati-hati, tidak boleh kalah hati-hati dengan cara memperlakukan WNI yang berpotensi terjangkit virus Corona. Jadi mereka perlu ‘diisolasi’ terlebih dahulu. 

"Tentu kita pertama tidak ingin mereka yang sudah, apa ya namanya, terjangkit, terpapar radikalisme itu tentu kalau dikembalikan apakah melakukan penularan atau tidak,” ucap Kiai Ma’ruf Amin. (red)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.