Header Ads


Gubernur DIY Sektor Perikanan Masih Menjanjikan untuk Tingkatkan Perekonomian Warga

BANTUL, (JB) - Mantabkan budidaya ikan hias dan ikan konsumsi, pagi ini Jajaran Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan anjangsana dan dialog pengelolaan ikan di Pasar Ikan KOI Jogja dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Lestari di Desa Wirokerten Banguntapan.  Selasa (11/2).

Menurut Lurah Desa Wirokerten Hj. Rakhmawati Wijayaningrum, S.E. dalam laporannya mengatakan, Pokdakan Mino Lestari dibentuk pada tahun 2018 jumlah anggota waktu itu 13 orang warga pedukuhan grojogan dan di tahun 2019 anggota Mino Lestari berjumlah 59 orang yang terdiri dari warga masyarakat di Desa Wirokerten,

Komitmen kelompok Mino Lestari untuk berkembang di sektor perikanan sangat besar pengembangan budidaya ikan tawar sebagai usaha alternative disektor pertanian cukup memberikan prospek pasar yang baik. Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk yang berimlpikasi pada terhadap permintaan ikan air tawar baik didalam maupun luar Kabupaten Bantul.

Potensi pasar dari budidaya ikan masih sangat besar terbuka dan realitif mudah secara local maupun regional, selain itu pengembangan usaha budidaya ikan merupakan alterenatif usaha yang mendukung dan menguntun gkan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat karena sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat sehari-hari.

“Modal awal dan pengelolaannya terjangkau yang didukung oleh pemanfaatan sumber daya alam , sejalan juga dengan satu visi dari Gubernur DIY di tahun 2024 yaitu menyongsong Abad Samudera Hindia untuk kemuliaan martabat warga Yogyakarta, walaupun kami tidak berada di garis Pantai Selatan tapi kami bersyukur berada didaerah yang dialiri oleh Sungai Gajah Wong yang dapat kami kembangkan untuk budidaya ikan dan pusat pembenihan ikan, “ katanya.

Dengan pengembangan kelompok budidaya ikan ini, Lurah Wirokerten berharap memperoleh banyak manfaat langsung oleh masyarakat dan peruntungan yang lebih besar untuk perbaikan taraf hidup bagi anggota kelompok khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya. Pada tahun 2019, Pemdes Wirokerten mendapatkan bantuan hibah Gubernur DIY untuk pembangunan kawasan perikanan Mino Lestari, program optimalisasi sumber daya alam , asset lahan dan bangunan fisik, fasilitas perikanan serta pemberdayaan masyarakat, meupakan upaya peningkatan produksi dan pemasaran industry ikan air tawar melalui kemitraan kelompok ikan Mino Lestari.

Bantuan sebesar 1,5 milyar rupiah kami gunakan untuk membangun kolam di 22 tempat dengan ukuran yang berbeda-beda dengan konstruksi batu terdiri dari kolam produksi, kolam indukan, kolam pembibitan, dan prasarana pendukung termasuk perbaikan saluran gendong sepanjang 331 meter yang dapat mengaliri mengisi kebutuhan air ke kolam-kolam dan dapat difungsikan sebagai sumber air untuk kolam di masyarakat. 

“Sehingga kita tidak lagi mengambir air sudetan di aliran primer yang digunakan oleh kelompok tani, “tgerangRakhmawati.

Kawasan Perikanan Grojogan ini  nantinya ingin kami jadikan sebagai wahana atau kawasan perikanan yang terintegrasi dengan pengembangan wisata dan edukasi bagi semua lapisan masyarakat, di mana pengembangan ini dapat memberdayakan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan budidaya ikan yang dapat meningkatkan perekonomian warga/keluarga, pengembangan potensi wilayah untuk wisata dan edukasi.

Lahan seluas kurang lebih 4 hektare ini nantinya akan kami gunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat kita dan Bantul pada umumnya. Kami mohon doa restu untuk pembangunan tahap pertama ini telah selesai diakhir tahun 2019 oleh karena itu kami mohon kepada bapak Wagub DIY untuk nantinya mendorong kami, memberikan kepada kami  bantuan untuk kelanjutan pembangunan di kawasan ini sehingga harapan kami, memperlancar usaha kami dalam mengelola kawasan perikanan dan edukasi.

Bupati Bantul Drs. H. Suharsono pada kesempatan itu mengatakan, semoga dengan acara tersebut dapat memberikan motivasi khususnya masyarakat Wirokerten untuk lebih meningkatkan sumber daya khususnya bidang perikanan demi kesejahteraannya. “Bahwasanya Kabupaten Bantul di bidang perikanan mempunyai beberapa kegiatan unggulan diantaranya : budidaya ikan lele “MATLAIR”hemat lahan dan air, dan pengembangan ikan hias. Terbatasnya lahan memaksa kami untuk menerapkan beberapa inovasi seperti Minapadi ikan dan padi, Ugadi udang dan padi, mina kelapa, mina pisang dan bentuk-bentuk kolaborasi yang lain yang tujuan akhir adalah produktivitas lahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sampai dengan saat ini Kabupaten Bantul terdapat 5176 pembudidaya ikan serta 575 nelayan, berbagai upaya peningkatan kapasitas usaha kelautan dan perikanan senantiasa terus, kami lakukan baik itu melalui peningkatan SDM dan peningkatan tehnologi maupun fasilitas usaha lainnya, “terang Bupati.

Pada kesempatan itu Bupati Suharsono mewakili masyarakat Bantul mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur DIY beserta jajarannya yang telah membantu pelaku usaha perikanan dan kelautan dengan memberikan bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana, seperti kolam ikan  yang ada di kawasan Desa Wirokerten ini.

Selanjutnya arahan Gubernur yang disampaikan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengatakan, sektor perikanan masih sangat potensial untuk selalu dikembangkan, mempertimbangkan potensi yang dimiliki dan tingkat pemanfaatan sumber daya perikanan khususnya perikanan budidaya. Maka sektor perikanan dapat menjadi salah satu penggerak utama perekonomian bangsa . “ Tentu kita perlu memperhatikan metode, konsep dan tehnologi perikanan, khususnya budidaya ikan untuk konsumsi ataupun untuk hobby, tehnologi penyediaan induk dan benih unggul, inovasi wadah dan system budidaya serta tehnologi pengendalian penyakit  ikan dan lingkungan harus terus dikembangkan dan diterapkan.

“ Oleh karena itu, saya yakin diskusi hari ini akan memberikan manfaat bagi Pasar KOI Jogja dan kelompok Mina Lestari pada khususnya dan masyarakat DIY pada umumnya, saya berharap di masa depan kita dapat membangun fishery network dalam bingkai kerjasama oleh pemerintah, akademisi, komunitas, media massa, dan dunia usaha dalam jalinan lima unsur kekuatan / penta helix, tentu dengan harapan kita dapat menghasilkan produksi ikan yang berkualitas dan berkelanjutan , mulai dari proses produksi, pengolahan, dan pemasaran, “ tutur Wagub.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.