Header Ads


Duh! 2 Siswi SD-SMP Bawa 'Lari' Motor Tetangga di Yogya

JOGJA, (JB) - Dua siswi SD dan SMP diYogyakarta terpaksa diamankan polisi. Keduanya nekat membawa lari sepeda motor tetangga setelah keinginan memiliki motor sendiri tak dituruti oleh orang tuanya.

"Minta motor tidak dituruti orang tuanya. Tahu ada kesempatan itu (membawa lari motor tetangga), keduanya ingin mubeng-mubeng(berkeliling) pakai motor," kata Panit Reskrim Polsek Danurejan, Kota Yogyakarta, Aiptu Nugroho Jatmiko kepada wartawan di kantornya, Kamis (6/2/2020).

Di lokasi yang sama, Kapolsek Danurejan Kompol Etty Haryanti mengatakan kejadian berawal saat pemilik motor, Rubiyati, memarkirkan motornya di depan rumah orang tuanya di Kecamatan Danurejan dengan posisi kunci masih tertancap di motor, Selasa (4/2). Ketika keluar dari rumah, Rubiyati mendapati kunci motornya raib.

"Ketika korban ingin menggunakan motornya kembali, kunci motor yang semula tertancap di motor sudah tidak ada. Karena itu, korban mengambil kunci cadangan di rumahnya," kata Etty.

Selanjutnya, korban mengendarai motor untuk pergi ke tempat usahanya yang berlokasi tak jauh dari rumah. Setelah selesai bekerja, sekitar pukul 10.00 WIB, korban pulang dan mampir membeli elpiji di tempat saudaranya.

"Selang 15 menit, korban kembali ke tempat parkirnya dan ternyata motor miliknya sudah hilang," ujarnya.

Merasa dirugikan, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Danurejan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati motor korban dikendarai dua bocah di Jalan Hayam Wuruk, Rabu (5/2) sore. Dua bocah itu lantas dibawa ke Mapolsek Danurejan.

"Dari pemeriksaan, keduanya ini masih di bawah umur. Keduanya melakukan hal itu karena lihat ada kunci motor yang masih tertancap, lalu tergerak rasa untuk memilikinya. Motornya itu ternyata motor tetangganya sendiri," ucap Etty.

Etty melanjutkan, atas perbuatannya, kedua siswi ini terancam Pasal 362 KUHP junctoUU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

"Saat ini anak dikembalikan ke orang tuanya sambil menunggu proses peradilan anak," ujarnya.

Dari pengakuan dua bocah itu, mereka berniat mengembalikan motor setelah berkeliling. Namun kebingungan hingga akhirnya mereka lebih dulu diamankan polisi.(red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.